Baca berurutan, atau mulai dari bagian yang ingin kamu pahami.

← Kembali ke dokumenter

Setiap cerita
punya dasarnya.

Sumber, metode, dan batas interpretasi dokumenter ini. Bukti harus bisa dibuka, diperiksa, dan dipertanyakan.

Riset diperiksa 24 Oktober 2026 · Fokus laporan Oktober 2026 · arsip luas 2019–2023

Bagaimana membaca data ini

Dokumenter ini adalah sintesis editorial dari sumber yang dapat diperiksa. Kami tidak melakukan pengukuran lapangan sendiri, tidak mengarang kesaksian, dan tidak menyajikan arsip sebagai kondisi hari ini.

Bagian utama memakai rilis Kemenhut 22–24 Oktober 2026, dengan cuplikan high confidence SiPongi pukul 21.00 WIB pada tanggal sebelumnya. Peta utama membandingkan 22 dan 23 Oktober. Kalimantan Timur dan Utara tidak dirinci dalam rilis tersebut; statusnya tidak disamakan dengan nol. Peta konteks tahunan tetap memakai unit dan sumber berbeda.

  1. Satu publikasi, lima tahun. Peta arsip tahunan menyalin 25 nilai dari Statistik KLHK 2023, Tabel 7.2, halaman cetak 161 (halaman PDF 177). Cakupan: lima provinsi Indonesia di Kalimantan, 2019–2023. Publikasi ini dipilih agar seri tidak mencampur versi laporan.
  2. Luas berbeda dari jumlah titik api. Unit peta arsip tahunan adalah hektare karhutla tercatat. Angka mencakup seluruh jenis lahan, bukan hanya hutan atau gambut. Hotspot/deteksi api aktif dan kehilangan tutupan pohon bukan pengganti metrik tersebut.
  3. Warna peta arsip tahunan menunjukkan luas absolut. Kelas peta tetap untuk semua tahun: <10.000; 10.000–<50.000; 50.000–<100.000; 100.000–<200.000; ≥200.000 hektare. Warna tidak menyatakan persentase provinsi yang terbakar.
  4. Angka asli tetap tersedia. Peta arsip tahunan membulatkan ke hektare terdekat; tabel dan CSV mempertahankan nilai sumber hingga dua desimal. Total lima provinsi dihitung oleh proyek, bukan dikutip sebagai total nasional.
  5. Batas wilayah untuk orientasi. Geometri geoBoundaries gbOpen IDN ADM1 merepresentasikan 2017, build Desember 2023. Hanya lima provinsi Kalimantan dipilih. Batas disederhanakan untuk web, bukan rujukan hukum atau survei batas; Malaysia dan Brunei berada di luar dataset.
  6. Ilustrasi bukan pengukuran. Model gambut dan diagram PM2.5 menjelaskan mekanisme, tidak berskala, dan tidak merekonstruksi lokasi tertentu. Tidak ada kedalaman, laju api, atau nilai risiko yang disimulasikan sebagai prediksi.
  7. Citra punya batas. Citra pembuka berasal dari 2023 dan foto Sebangau dari 2021; keduanya bukan dokumentasi kejadian Oktober 2026. Versi web diperkecil, dikompresi dan dapat dipotong untuk tata letak.

Catatan konsistensi. Beberapa laporan operasional memuat angka Kalbar dan Kaltara 2023 yang berbeda. Proyek memakai publikasi statistik nasional yang sama untuk semua provinsi: Kalbar 111.848,43 ha dan Kaltara 796,36 ha. Ini dokumentasi pilihan edisi, bukan koreksi atas sumber lain.

Unduh CSV arsip luas 2019–2023
Unduh geometri peta

Daftar sumber

Informasi utama pada dokumenter menaut ke entri terkait di bawah. Tautan DOI mengarah ke penerbit; akses teks lengkap beberapa jurnal dapat bergantung pada kebijakan penerbit.

  1. Kementerian Kehutanan · 24 Oktober 2026

    Menhut Pimpin Operasi di Kalimantan Barat, OMC Diperkuat

    Cuplikan SiPongi 23 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Hotspot high confidence; bukan hektare atau jumlah kejadian. Kalimantan Timur dan Utara tidak dirinci.

    Buka sumber asli
  2. Kementerian Kehutanan · 23 Oktober 2026

    Hotspot Naik, Operasi dan Perlindungan Satwa Diperkuat

    Cuplikan 22 Oktober pukul 21.00 WIB. Angka hanya berlaku untuk waktu pelaporan tersebut.

    Buka sumber asli
  3. Kementerian Kehutanan · 22 Oktober 2026

    Hotspot Naik, Operasi dan Penegakan Hukum Diperkuat

    Cuplikan 21 Oktober pukul 21.00 WIB; konteks operasi dan verifikasi lapangan.

    Buka sumber asli
  4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · 2023

    Statistik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2023

    Tabel 7.2, halaman 161; luas karhutla per provinsi, 2019–2023. Satu edisi digunakan untuk semua tahun pada peta.

    Buka sumber asli
  5. NASA Earth Observatory · 2023

    Indonesian Fires Return in 2023

    Citra Terra/MODIS 2 Oktober 2023; perbandingan Landsat 9 di sekitar Banjarbaru, 7 Agustus 2022 dan 27 September 2023.

    Buka sumber asli
  6. Page dkk., Nature 420, 61–65 · 2002

    The amount of carbon released from peat and forest fires in Indonesia during 1997

    Penelitian di area studi Kalimantan Tengah; dasar ilmiah tentang drainase, gambut, kebakaran, dan karbon. Angka area studi tidak mewakili seluruh Kalimantan.

    Buka sumber asli
  7. IPB University · 2014

    IPB Offered the Solution to Control the Fire of Forest and Land

    Tinjauan institusi atas kebakaran Kalimantan Timur 1982–1983. Estimasi historis tidak dicampurkan dengan seri statistik 2019–2023.

    Buka sumber asli
  8. World Bank · 2015

    Indonesia Economic Quarterly, December 2015

    Bagian kebakaran, halaman cetak 18–23. Estimasi Rp221 triliun merupakan kerusakan dan kerugian Indonesia pada 2015, bukan Kalimantan saja.

    Buka sumber asli
  9. NASA Goddard · 2016

    Severe 2015 Indonesian Fire Season Linked to El Niño Drought

    Kaitan kekeringan Juli–Oktober 2015 dan kebakaran gambut yang telah terdrainase.

    Buka sumber asli
  10. NASA Earth Observatory · 2019

    Smoke Blankets Borneo

    Dokumentasi asap 14 September 2019; konteks Indian Ocean Dipole positif saat El Niño netral.

    Buka sumber asli
  11. World Health Organization · Lembar fakta

    Wildfires and health

    Partikel halus pada asap, dampak kesehatan, dan kelompok yang lebih rentan. Tidak digunakan untuk menghitung jumlah korban Kalimantan.

    Buka sumber asli
  12. CIFOR Forests News · 2015

    Dokumentasi lapangan kebakaran dan kabut asap di Kalimantan

    Peliputan lapangan di sekitar Palangka Raya pada Oktober 2015; gangguan sekolah, kehidupan warga, dan habitat.

    Buka sumber asli
  13. Borneo Nature Foundation · 2020

    Hydrological Monitoring for Protecting Peatlands

    Pemantauan hidrologi dan penyekatan kanal di Sebangau, Kalimantan Tengah; pemulihan air, vegetasi, dan dukungan warga.

    Buka sumber asli
  14. Kiely dkk., Nature Communications 12, 7044 · 2021

    Assessing costs of Indonesian fires and the benefits of restoring peatland

    Kajian skenario pemodelan manfaat restorasi; hasil model bukan pengukuran keberhasilan restorasi yang sudah terjadi.

    Buka sumber asli
  15. NASA Scientific Visualization Studio · 2018

    Global Fire Weather Database

    Visualisasi deteksi api aktif, hujan, dan Drought Code Indonesia Juni–November 2015. Deteksi api aktif bukan luas terbakar.

    Buka sumber asli
  16. William & Mary geoLab / OpenStreetMap contributors · Batas merepresentasikan 2017; build 2023

    geoBoundaries gbOpen Indonesia ADM1

    Batas provinsi disederhanakan. geoBoundaries CC BY 4.0; sumber geometri OpenStreetMap/Wambacher berlisensi ODbL 1.0. Peta bukan rujukan penetapan batas resmi.

    Buka sumber asli
  17. Mankdhay rahman / Wikimedia Commons · 21 Maret 2021

    Rawa-Gambut-TN-Sebangau

    Foto Sungai Sebangau dan vegetasi riparian, Palangka Raya. CC BY-SA 4.0; versi web diperkecil dan dikompresi. Bukan foto bukti keberhasilan restorasi.

    Buka sumber asli
  18. NASA · Pedoman penggunaan

    NASA Images and Media Usage Guidelines

    Penggunaan faktual dan edukatif dengan kredit; tidak menyiratkan dukungan NASA. Materi pihak ketiga memiliki ketentuan tersendiri.

    Buka sumber asli

Kredit media & cara membaca

Asap di atas Borneo

2 Oktober 2023 · Kalimantan bagian selatan

Citra warna alami Terra/MODIS. Lapisan asap menyelimuti sebagian Kalimantan Tengah dan Selatan. Awan dan asap tidak boleh dibaca sebagai luas lahan terbakar.

NASA Earth Observatory / Lauren Dauphin. Data MODIS LANCE/GIBS.

Halaman asal media

Air hitam Sungai Sebangau

21 Maret 2021 · Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Vegetasi riparian di Sungai Sebangau. Foto ini merekam bentang lahan basah, bukan membuktikan keberhasilan suatu proyek restorasi.

Mankdhay rahman / Wikimedia Commons. CC BY-SA 4.0. Versi web diperkecil dan dikompresi.

Halaman asal media

Citra pembuka: Terra/MODIS, 2 Oktober 2023. Foto bagian pemulihan: Sungai Sebangau, 21 Maret 2021; ditampilkan sebagai konteks bentang lahan basah, bukan bukti hasil restorasi.

Avatar Wynn disediakan dan dipilih oleh Wynn sebagai identitas profil. Ilustrasi tersebut bukan foto wajah atau dokumentasi karhutla. Hak ilustrasi tetap pada pemegang haknya; tidak diklaim sebagai karya ilustrasi Wynn atau materi berlisensi terbuka.

Hak penggunaan

  • Citra NASA/USGS dipakai untuk informasi faktual dan pendidikan dengan kredit. Penggunaan tidak menyiratkan dukungan NASA. Lihat pedoman media NASA; materi pihak ketiga dapat memiliki hak tersendiri.
  • Foto Sungai Sebangau: Mankdhay rahman, CC BY-SA 4.0. Versi web diperkecil dan dikompresi; tata letak dapat memotong tampilan foto. Adaptasi foto tetap dibagikan dengan lisensi yang sama.
  • Geometri: geoBoundaries CC BY 4.0, bersumber dari © kontributor OpenStreetMap/Wambacher, ODbL 1.0. Berkas geometri turunan yang dibagikan mempertahankan ketentuan sumber. Metadata edisi disimpan di repositori.
  • Font Manrope dan Newsreader: SIL Open Font License, disimpan lokal. Kode proyek mengikuti lisensi repositori; hak atas media/data pihak ketiga tidak berpindah ke lisensi kode.

Tentang proyek

Dokumenter independen oleh Wynn Studio. Pengembangan dan sintesis riset dibantu AI, dengan rujukan primer dan pemeriksaan angka. Tidak ada gambar generatif yang disajikan sebagai dokumentasi kejadian nyata. Semua visual ilmiah orisinal diberi label ilustrasi.

Website tidak mengumpulkan lokasi atau menyediakan diagnosis, prakiraan, maupun peringatan dini. Untuk kondisi terkini, gunakan informasi karhutla BMKG .

Lihat kode dan catatan riset